Dongeng Anak Pengantar Tidur

Dongeng Anak Raja Telinga Keledai

Cerita Untuk Anak – Raja Telinga Keledai

ngancati.net Dongeng Anak Pengantar Tidur – dahulu kala ada seorang Raja bernama raja Zanas ,raja zanas adalah seorang raja yang jahat dia dengan seenak hatinya meminta apa yang ia inginkan. Kegemarannya ialah menumpuk harta sebanyak-banyaknya yang ia peroleh dari mengambil pajak rakyatnya. Selain bersifat seenaknya sendiri Raja Zanas juga seseorang raja yang begitu kikir. Rakyatnya hidup sengsara dan tak pernah sama sekali dipikirkannya. Raja zanas mempunyai kebiasaan mendengarkan musik. Walau sebenarnya kata beberapa orang bijak musik bisa memperhalus perasaan. Oleh karena itu yang menyenangi musik bakal memiliki perasaan yang lembut serta cerdas. Satu diantara kesukaan Raja Zanas yaitu mendengarkan tiupan suling. Dan Kebetulan di negerinya ada seseorang peniup seruling yang begitu pintar memainkan seruling ia bernama Tarajan.

Karna kegemarannya Raja Zanas begitu memanjakan Tarajan serta sering menunjuk dan mengirim Tarajan mewakili kerajaan ke semua penjuru negeri bahkan juga ke luar kerajaannya untuk berlomba. Kepiawaian Tarajan memanainkan seruling sering kali ia mendapat juara dan mendapatkan banyak hadiah serta piagam dari perlombaan yang di ikuti nya. Lantaran bangga selalu menang namun membuat Tarajan menjadi seorang yang sombong.

Dengan sombongnya Tarajan mengakui bisa menaklukkan Dewa Apolo. (Seseorang Dewa bangsa Yunani yang begitu menguasai seni musik). Kemudian Tarajan mengusulkan pada Raja Zanas supaya ia dipertandingkan dengan Apolo. Usul itu di terima dengan baik bahkan raja merasa bangga bila Tarajan bisa menaklukkan peniup seruling dari kerajaan langit. Dewa Apolo yang mendengar tantangan itu menyanggupi untuk mengadu skill bermain seruling.

Dongeng Anak Pengantar Tidur – Dewa Apolo ingin memberikan pelajaran pada Tarajan serta Raja Zanas yang Bersifat tamak dan sombong. Namun sebelum perlombaan itu di adakan , Dewa Apolo membuat suatu perjanjian,“Seandainya saya kalah biarkanlah saya mengabdi pada Raja seumur hidupku. Namun andai kata saya yang menang saya minta separuh kerajaanmu yang bakal aku kuserahkan pada rakyatmu”ucap Dewa Apolo. Raja Zanas serta Tarajan sepakat dengan perjanjian tersebut. Karna Mereka meyakini bisa menaklukkan Apolo yang terlihat masih berumur muda itu.

Baca Juga :

Dongeng Anak Pak Tani yang Baik Hati

Hari yang di tunggu tunggu pun datang . Semua rakyat tumpah ruah berkumpul di halaman Istana. Sedang Dewa Zeus sebagai penguasa semua khayangan turut mengamati tanpa ada seseorang juga yang tahu. Dan perlombaan di mulai , Dewa Apolo mempersilahkan Tarajan meniup serulingnya terlebih dulu. Dengan rasa percaya diri Tarajan naik ke atas podium dan kemudian ia meniup serulingnya. Seruling Tarajan yang terbuat dari emas berbalut intan permata mengeluarkan suara yang begitu merdu. Berdayu dayu naik turun layakknya ombak.

Semua rakyat yang mendengar seruling tarajan seperti tersihir. Demikian hebatnya tiupan seruling Tarajan. Bangga, sang Raja tertawa terbahak-bahak serta meyakini bahwa peniup serulingnya bakal keluar jadi pemenang. Namun Dewa Apolo tetap tenang. Diam seperti patung, namun bibirnya tersenyum. Tandanya mengagumi permainan seruling Tarajan. Terdengar sorai tepuk tangan rakyat. Dengan sombongnya Tarajan berdiri berkacak pinggang di atas panggung memandangi rakyat.

Cerita Untuk Anak – Tibalah giliran Dewa Apolo, Dewa Apolo yang merupakan dewa kesenian itu mengangkat seruling miliknya dengan cantik sekali. Lembut seperti menimang bayi suci. Serta saat bibirnya mulai meniupkan satu lagu, langit berpendar-pendar pada siang serta malam. Rakyat yang melihat terhanyut dalam irama yang mengagumkan. Dengan mata terpejam semuanya menari dengan lembut sekali. Mereka juga menyanyi satu lagu kedamaian yang sekonyong saja dapat dinyanyikan. Rakyat yang jumlahnya tak terhitung itu larut dalam lagu-lagu serta irama yang terlebih dulu tak pernah mereka dengarkan namun begitu merdu mendayu-dayu.

Pada akhirnya Dewa Zeus yang memperlihatkan diri menyebutkan Apolo sebagai pemenangnya. Serta meminta pada Raja Zanas segera memberi separuh kekayaan kerajaan pada rakyatnya. Namun raja kikir itu menampik dan tidak mau mengakui kekalahan Tarajan sampai-sampai Dewa Zeus geram. “Selama kau tak memberikan hak pada rakyat tentang apa yang sudah kau janjikan, aku akan membuat telingamu bakal membesar ” ucap Dewa Zeus.
Raja tetap saja tak menghiraukan ucapan dewa zeus, dan tetap dengansifat kukuhnya. Dan akhirnya
Memang benar. Telinga Raja Zanas setiap hari makin besar sampai begitu berat serta membuatnya tak dapat berdiri terlebih jalan. Jadilah ia raja bertelinga keledai.

Dongeng Anak Pengantar Tidur | soni | 4.5
/* */
Selamat Datang di NGANCATI.NET

Kl1k Tanda(x) 2 Kali Untuk Tutup

Terimakasih Telah Berkunjung:*