Ringkasan Cerita Legenda Asal Usul Kota Surabaya

Ringkasan Cerita Legenda Asal Usul Kota Surabaya – Berikut ini adalah informasi mengenai Kota surabaya, Ada apa dengan surabaya??Apakah ada yang sudah tahu mengenai asal usul kota yang satu ini. Surabaya selain di kenal sebagai kota bersejarah, kota pahlawan. Di surabaya juga terdapat banyak tempat menarik, terlebih beberapa tempat wisata bersejarahnya serta oleh-oleh khas surabaya. Namun untuk pembahasan kali ini bukan tentang wisata atau tempat nongkrong ya, namun yang akan kita bahas adalah tentang asal usul kota surabaya, silahkan dilanjut untuk membaca..

Asal usul nama kota Surabaya sampai saat ini masihlah jadi perbincangan dikalangan beberapa sejarahwan. Ada yang mengatakan kalau nama Surabaya datang dari legenda ikan sura (hiu) dan buaya, ada juga yang menyebutkan kalau nama surabaya datang dari paduan kata sura yang bermakna selamat dan baya yang bermakna bahaya (Surabaya = selamat dari bahaya). Lepas dari itu semuanya, kesempatan ini cerita asal usul akan mengulas mengenai cerita rakyat yang begitu popular mengenai asal usul kota Surabaya.

Ringkasan Cerita Legenda Asal Usul Kota Surabaya Jaman dulu, di lautan nan luas (tepatnya di Laut Jawa), hiduplah 2 hewan buas yang keduanya sama angkuh dan tidak ingin kalah. Kedua hewan itu yaitu ikan hiu sura dan seekor buaya. Karna tinggal berdampingan, dua hewan itu kerap berselisih dan berkelahi saat memperebutkan makanan. Karna keduanya sama kuat, tangkas, ganas, dan keduanya sama cerdik, perkelahianpun selalu berjalan karna tak ada yang dapat menang dan tak ada yang dapat kalah. Selanjutnya, kedua hewan itu merasa jemu dan capek bila harus selalu berkelahi. Mengerti hal semacam itu keduanya lalu setuju mengadakan kesepakatan mengenai pembagian ruang kekuasaan.

Ringkasan Cerita Rakyat Asal Usul Kota Surabaya

Asal Usul Kota Surabaya

” Hai Buaya, lama-lama saya jemu berkelahi denganmu. ” kata ikan hiu Sura. ” Hmm, Saya juga, Sura. Lantas, apa yang harus kita kerjakan agar perkelahian kita ini dapat berhenti? ” bertanya Buaya. ” Untuk menghindar terjadinya perkelahian lagi diantara kita, alangkah sebaiknya bila kita membagi daerah ini jadi 2 daerah kekuasaan. Saya berkuasa didalam air dan cuma dapat mencari mangsa didalam air, tengah engkau barkuasa di daratan dan begitu mangsamu harus juga yang ada di daratan. Lantas, sebagai batasnya, kita tetapkan lebih dahulu yakni tanah yang bisa diraih air laut ketika surut! “” Oke, saya setujui dengan gagasanmu itu, Sura! ” kata Buaya sembari mengangguk.

Karenanya ada kesepakatan itu, untuk sebagian waktu ikan hiu Sura dan buaya tidak pernah berkelahi lagi. Keduanya setuju untuk sama-sama menghormati lokasi kekuasaannya masing-masing. Tetapi, beberapa waktu berjalan lama, ikan-ikan sebagai mangsa hiu sura mulai habis dilautan. Beberapa ikan yang tersisa malah bermigrasi ke arah muara sungai Brantas karna takut dimangsa si hiu Sura. Mengerti hal semacam itu, ikan hiu sura sangat terpaksa dengan sembunyi-sembunyi mulai mencari mangsanya di muara sungai supaya tak ketahuan oleh buaya. Tetapi tanpa disadari si buaya nyatanya tahu tingkah si hiu sura dan segera menyerangnya.

” Sura, mengapa kau tidak mematuhi kesepakatan yang telah kita berdua setujui? Mengapa anda berani-beraninya masuk lokasi sungai yang yaitu daerah kekuasaanku? ” bertanya si Buaya.” Eits… Saya tidak mematuhi kesepakatan? Ingatkah engkau akan bunyi kesepakatan kita? Tidakkah sungai ini berair? Serta karna ada airnya, jadi sungai ini termasuk juga daerah kekuasaanku, bukan? ” Kata Sura. ” Apa maksudmu Sura? Tidakkah sungai itu ada di darat, tengah daerah kekuasaanmu ada di laut, bermakna sungai itu termasuk juga daerah kekuasaanku! ” jawab Buaya ngotot.

” Ohh… Tak dapat. Tidakkah saya tak pernah meskipun menyampaikan bila air itu cuma air laut? Tidakkah juga air sungai itu air” jawab Hiu Sura. ” Hmm… Rupanya berniat kau mencari masalah denganku, Sura? ” hentak Buaya.
” Tak!! Ku sangka pernyataanku telah cukup kuat dan saya ada dipihak yang benar! ” elak Sura. ” Kau memang sungguh-sungguh berniat memancing kemarahanku Sura. Saya tidaklah sebodoh yang engkau sangka! ” jawab Buaya mulai geram. ” Saya tidak perduli kau pandai atau bodoh, yang pasti sungai dan laut adalah daerah kekuasaanku! ” serang Sura tidak ingin mengalah.

Baca Juga :

Cerita Sejarah Asal-Usul Kota Lamongan Singkat

Cerita Sejarah Asal Usul Kota Kediri Lengkap

Adu mulut pada Sura dan Baya juga selesai dengan perkelahian yang sengit. Perkelahian kali ini jadi begitu seru dan dahsyat karna keduanya merasa keduanya sama tak salah. Mereka sama-sama menggigit, menerjang, memukul, dan menerkam. Dalam waktu relatif cepat, air sungai di sekelilingnya tempat perkelahian itu jadi merah karna darah yang keluar dari luka kedua binatang itu. Mereka bertarung dengan mati-matian. Buaya memperoleh gigitan Sura di ujung ekor samping kanan, hingga ekor itu senantiasa membengkok ke kiri. Sedang Sura tergigit ekornya sampai hampir putus. Karna keduanya sama telah terluka kronis, keduanya lalu berhenti berkelahi. Ikan surapun mengalah dan pada akhirnya kembali pada laut. Buaya yang menahan sakitnya juga merasa senang karna sudah dapat menjaga daerah kekuasaannya.

Tidak berselang lama di ketahui kalau kedua hewan itu nyatanya mati karna luka yang cukup kronis dari sisa perkelahian. Serta untuk mengenangnya, masyarakat sekitaran menyebutkan untuk berikan nama Surabaya pada daerah di sekitar tempat perkelahian pada ikan Sura dan Buaya itu. Sekianlah Ringkasan Cerita Legenda Asal Usul Kota Surabaya. Mudah-mudahan dari cerita itu, kita bisa mengambil hikmah kalau peperangan dan perkelahian tidaklah dapat merampungkan permasalahan dan jadi malah akan menyebabkan permasalahan baru. Oleh karena itu, kita butuh arif dan bijaksana dalam merampungkan semua problematika kehidupan. Terimakasih.

Incoming search terms:

  • asal usul buaya dalam islam
  • sejarah asal usul ikan gabus
  • ringkasan cerita rakyat
  • asal usul ikan gabus
  • ringkasan cerita asal usul surabaya
Ringkasan Cerita Legenda Asal Usul Kota Surabaya | soni | 4.5
/* */
Selamat Datang di NGANCATI.NET

Kl1k Tanda(x) 2 Kali Untuk Tutup

Terimakasih Telah Berkunjung:*