Cerita Legenda Asal Usul Kota Banyuwangi Dalam Bahasa Indonesia

Cerita Legenda Asal Usul Kota Banyuwangi – Berikut kami sajikan sebuah cerita rakyat dari banyuwangi lebih tepatnya dari kota banyuwangi. Kenapa di sebut banyuwangi??apakah ada yang sudah tahu.. kalau belum silahkkan lanjut untuk membaca cerita di bawah ini. Banyuwangi selain terkenal dengan nama kotanya , di banyuwangi juga terdapat banyak tempat wisata yang melegenda seperti wisata banyuwangi pulau merah,  wisata banyuwangi, wisata banyuwangi alas purwo, wisata banyuwangi kawah ijen, teluk biru banyuwangi, teluk hijau banyuwangi dan masih banyak lainnya , namun pada kesempatan kali ini khusus yang akan kita bahas adalah mengenai asal usul kota banyuwangi. Oke langsung saja disimak..

Asal Usul Kota Banyuwangi – Pada jaman dulu di lokasi ujung timur Provinsi Jawa Timur ada satu kerajaan besar yang dipimpin oleh seseorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja itu memiliki seseorang putra yang gagah bernama Raden Banterang. Kesukaan Raden Banterang yaitu berburu. “Pagi hari ini saya akan berburu ke hutan. Sediakan alat berburu, ” kata Raden Banterang pada beberapa abdinya. Sesudah perlengkapan berburu siap, Raden Banterang dibarengi bebrapa pengawal pergi ke hutan. Saat Raden Banterang jalan sendirian, ia lihat seekor kijang melintas di depannya. Ia selekasnya mengejar kijang itu sampai masuk jauh ke hutan. Ia terpisah dengan beberapa pengawal.

“Kemana seekor kijang tadi? ”, kata Raden Banterang, saat kehilangan jejak buruannya. “Akan ku mencari selalu hingga bisa, ” tekadnya. Raden Banterang menerobos semak belukar dan pohon-pohon hutan. Tetapi, binatang buruan itu tak dikemenemukan. Ia tiba di satu sungai yang begitu bening airnya. “Hem, fresh nian air sungai ini, ” Raden Banterang minum air sungai itu, hingga merasa hilang dahaganya. Kemudian, ia meninggalkan sungai. Tetapi baru bebrapa langkah berjalan, mendadak dikagetkan kehadiran seseorang gadis cantik jelita.

cerita legenda asal usul kota banyuwangi

“Ha? Seseorang gadis cantik jelita? Apakah benar ia seseorang manusia? Jangan-jangan setan penunggu hutan, ” gumam Raden Banterang bertanya-tanya. Raden Banterang membulatkan tekad mendekati gadis cantik itu. “Kau manusia atau penunggu hutan? ” sapa Raden Banterang. “Saya manusia, ” jawab gadis itu sembari tersenyum. Raden Banterang juga mengenalkan diri. Gadis cantik itu menyambutkan namanya. “Nama aku Surati datang dari kerajaan Klungkung”. “Saya ada ditempat ini karna menyelamatkan diri dari serangan musuh. Bapak aku sudah mati dalam menjaga mahkota kerajaan, ” Tuturnya. Mendengar perkataan gadis itu, Raden Banterang terperanjat bukan kepalang. Lihat penderitaan puteri Raja Klungkung itu, Raden Banterang lalu berniat membantu dan mengajaknya pulang ke istana. Selang beberapa saat mereka menikah dan membangun keluarga bahagia.

Disuatu hari, puteri Raja Klungkung jalan-jalan sendirian ke luar istana. “Surati! Surati! ”, panggil seseorang lelaki yang kenakan pakaian compang-camping. Sesudah mencermati muka lelaki itu, ia baru sadar kalau yang ada di depannya yaitu kakak kandungnya bernama Rupaksa. Maksud kehadiran Rupaksa yaitu untuk mengajak adiknya untuk membalas dendam, karna Raden Banterang sudah membunuh ayahandanya. Surati bercerita kalau ia ingin diperistri Raden Banterang karna sudah berhutang budi. Begitu, Surati tidak ingin ajakan kakak kandungnya. Rupaksa geram mendengar jawaban adiknya. Tetapi, ia pernah memberi satu masa berbentuk ikat kepala pada Surati. “Ikat kepala ini harus kau taruh dibawah tempat tidurmu, ” pesan Rupaksa.

Pertemuan Surati dengan kakak kandungnya tak di ketahui oleh Raden Banterang, karena Raden Banterang tengah berburu di hutan. Ketika Raden Banterang ada di dalam hutan, mendadak pandangan matanya dikagetkan oleh kehadiran seseorang lelaki kenakan pakaian compang-camping. “Tuanku, Raden Banterang. Keselamatan Tuan terancam bahaya yang direncanakan oleh istri tuan sendiri, ” kata lelaki itu. “Tuan dapat lihat buktinya, dengan lihat satu ikat kepala yang ditempatkan dibawah tempat peraduannya. Ikat kepala itu punya lelaki yang disuruh untuk membunuh Tuan, ” tuturnya. Sesudah mengatakan kalimat itu, lelaki kenakan pakaian compang-camping itu hilang dengan cara misterius. Terkejutlah Raden Banterang mendengar laporan lelaki misterius itu. Ia juga selekasnya pulang ke istana.

Sesudah tiba di istana, Raden Banterang segera menuju ke peraaduan istrinya. Dicarinya ikat kepala yang sudah ceritakan oleh lelaki kenakan pakaian compang-camping yang sudah menjumpainya di hutan. “Ha! Benar kata lelaki itu! Ikat kepala ini sebagai bukti! Kau ada yang ingin membunuhku dengan minta tolong pada yang memiliki ikat kepala ini! ” tuduh Raden Banterang pada istrinya. “ Begitukah balasanmu padaku? ” tandas Raden Banterang. ”Jangan asal tuduh. Adinda sekalipun tak punya maksud membunuh Kakanda, terlebih minta tolong pada seseorang lelaki! ” jawab Surati. Tetapi Raden Banterang tetaplah pada keputusannya, kalau istrinya yang pernah ditolong itu akan membahayakan hidupnya. Nah, sebelumnya nyawanya terancam, Raden Banterang lebih dulu mencemooh istrinya.

Raden Banterang punya niat menenggelamkan istrinya di satu sungai. Sesudah tiba di sungai, Raden Banterang bercerita mengenai pertemuan dengan seseorang lelaki compang-camping saat berburu di hutan. Sang istri juga bercerita mengenai pertemuan dengan seseorang lelaki kenakan pakaian compang-camping seperti yang diterangkan suaminya. “Lelaki itu yaitu kakak kandung Adinda. Dialah yang berikan satu ikat kepala pada Adinda, ” Surati menerangkan kembali, supaya Raden Banterang luluh hatinya. Tetapi, Raden Banterang tetaplah yakin kalau istrinya akan membunuh dia. “Kakanda suamiku! Bukalah hati dan perasaan Kakanda! Adinda ikhlas mati untuk keselamatan Kakanda. Namun berilah peluang pada Adinda untuk bercerita tentang pertemuan Adinda dengan kakak kandung Adinda bernama Rupaksa, ” ucap Surati mengingatkan.

Baca Juga :

Ringkasan Cerita Rakyat Asal Usul Kota Surabaya

Cerita Sejarah Asal Usul Kota Kediri Lengkap

“Kakak Adindalah yang akan membunuh kakanda! Adinda dikasih pertolongan, namun Adinda tolak! ”. Mendengar hal itu, hati Raden Banterang tak cair bahkan juga berasumsi istrinya berbohong.. “Kakanda! Bila air sungai ini jadi bening dan harum baunya, bermakna Adinda tak bersalah! Namun, bila tetaplah keruh dan bau busuk, bermakna Adinda bersalah! ” seru Surati. Raden Banterang berasumsi perkataan istrinya itu mengada-ada. Jadi, Raden Banterang selekasnya menghunus keris yang terselip di pinggangnya. Berbarengan itu juga, Surati melompat ke tengah sungai lantas menghilang.

Tak berapakah lama, terjadi satu keajaiban. Bau nan harum merebak di sekitaran sungai. Melihat peristiwa itu, Raden Banterang berseru dengan nada gemetar. “Istriku tak berdosa! Air kesempatan ini harum baunya! ” Begitu menyesalnya Raden Banterang. Ia meratapi kematian istrinya, dan menyesali kebodohannya. Tetapi telah terlambat. Mulai sejak itu, sungai jadi harum baunya. Dalam bahasa Jawa disebut dengan Banyuwangi. Banyu artinya air dan wangi artinya harum. Nama Banyuwangi lalu jadi nama kota Banyuwangi.

Itulah sedikit cerita tentang Cerita Legenda Asal Usul Kota Banyuwangi yang bisa kami berikan, Jangan lupa untuk membaca cerita menarik lainnya di website ini, terimakasih..

Incoming search terms:

  • cerita rakyat lampung raden intan
  • legenda banyuwangi singkat
  • amanat cerita rakyat joko kendil
  • cerita rakyat lampung raden intan dalam bahasa lampung
  • unsur cerita situ bagendit basa sunda
Cerita Legenda Asal Usul Kota Banyuwangi Dalam Bahasa Indonesia | soni | 4.5
/* */
Selamat Datang di NGANCATI.NET

Kl1k Tanda(x) 2 Kali Untuk Tutup

Terimakasih Telah Berkunjung:*